Samarinda, 16 Juli 2026 – SMK Kehutanan Negeri Samarinda menjadi sekolah pertama di Indonesia yang menerapkan Model Integrasi Saka Wanabakti ke dalam Sistem Pembelajaran. Model tersebut dikembangkan oleh Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM).
Melalui model ini, kegiatan Saka Wanabakti tidak lagi hanya menjadi aktivitas kepramukaan di luar pembelajaran, tetapi diintegrasikan secara langsung dengan proses pembelajaran di sekolah. Kompetensi yang diperoleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran dapat diakui sebagai pemenuhan Syarat Kecakapan Khusus (SKK) dan Tanda Kecakapan Khusus (TKK), tanpa menambah beban belajar peserta didik.
Penerapan model integrasi ini sejalan dengan visi SMK Kehutanan Negeri Samarinda, yaitu “Mewujudkan Rimbawan Muda yang Unggul, Berkarakter, dan Siap Kerja di Bidang Kehutanan.”

Aspek unggul diwujudkan melalui penguatan kompetensi teknis kehutanan dan kecakapan khusus peserta didik. Aspek karakter dikembangkan melalui nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, kemandirian, dan kepedulian terhadap kelestarian hutan. Sementara itu, kesiapan kerja dibangun melalui pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan tantangan pengelolaan hutan pada masa mendatang.
Program ini diharapkan dapat membentuk lulusan yang tidak hanya menguasai pengetahuan dan keterampilan teknis di bidang kehutanan, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, semangat pengabdian, kemampuan beradaptasi, serta komitmen untuk menjaga kelestarian sumber daya hutan.
Implementasi perdana di SMK Kehutanan Negeri Samarinda menjadi langkah strategis dalam memperkuat keterkaitan antara pendidikan vokasi kehutanan dan pembinaan generasi muda melalui Saka Wanabakti. Melalui penerapan model ini, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih utuh karena pembentukan kompetensi, karakter, dan kecakapan kepramukaan dilaksanakan dalam satu kesatuan proses pendidikan.

Sebagai sekolah percontohan nasional, SMK Kehutanan Negeri Samarinda diharapkan dapat menjadi rujukan bagi penerapan Model Integrasi Saka Wanabakti di seluruh SMK Kehutanan di Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencetak generasi pelestari hutan yang unggul, berkarakter, kompeten, adaptif, siap kerja, dan mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan kehutanan pada masa depan.